Online Learning untuk Semua Kalangan

Online learning seperti UNPAR+ (UNPAR Plus) mempunyai karakteristik pendidikan untuk segala kalangan sepanjang hidupnya. Peserta online learning dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pribadinya. Mereka belajar untuk memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan dan tuntutan dunia kerja.

Prinsip education for all makin mampu diterapkan menggunakan online course yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Online learning memungkinkan inklusi dan partisipasi jumlah peserta tanpa dibatasi ruang. Berbeda dengan biaya pendidikan yang makin mahal, online course menjadikan biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau. Pendidikan sebagai hak azasi untuk setiap orang makin dapat diwujudkan. Pendidikan bermutu kini lebih bisa dinikmati oleh semua kalangan, sejalan dengan cita-cita: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Prinsip lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat menjadi lebih mudah dilakukan. Peningkatan kompetensi (upskilling) termasuk pembaruan kompetensi (reskilling) supaya tetap relevan dan kompetitif di dunia kerja dapat dilakukan berkelanjutuan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan setiap orang untuk terus menerus memperbaiki kualitas dirinya. Online learning menawarkan beragam kursus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar untuk orang dewasa. Lifelong learning adalah kunci menjadi tenaga kerja unggul yang produktif dan kompetitif.

Prinsip student-centred learning juga lebih dapat diterapkan dengan online learning. Peserta menjadi bebas menentukan kursus yang akan dipelajari, bagaimana proses belajarnya, kapan dan seberapa sering proses belajar dapat diulang untuk memahirkannya. Semuanya berpusat sesuai kebutuhan peserta online learning. Peserta akan belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan belajarnya tanpa bergantung dan diintimidasi oleh pihak-pihak lain. Belajar menjadi menyenangkan dan lebih manusiawi. Setiap orang kini dapat bebas memilih dengan bertanggung jawab apa yang paling penting untuk dipelajari untuk kehidupannya.

Tak dapat dipungkiri bahwa kompetensi tenaga kerja menuntut skill set baru. Hal ini khususnya dengan perkembangan teknologi digital dengan pasar kerja yang dinamis dan fleksibel. Pergeseran kerja (job shifting) tak terhindarkan dan membutuhkan kompetensi berbeda. Misalnya, penciptaan kerja membutuhkan kompetensi kewirausahaan, termasuk social entrepreneurship untuk kesejahteraan bersama. Karenanya, online learning dituntut untuk menawarkan perbaikan kualitas tenaga kerja melalui upskilling and professional development.

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn

1 comment

    […] bermutu dan mampu diakses oleh makin banyak pengguna UNPAR+ (UNPAR Plus) harus tetap menjadi misi lembaga. “Kolaborasi ini akan makin memperkuat dalam mewujudkan misi UNPAR+ (UNPAR Plus)” kata […]

Leave a Reply

Related Posts