Kunci Berhasil Mengelola Online Learning

Apakah yang dapat dipelajari dari pengelolaan dan perkembangan UNPAR+ (UNPAR Plus) sebagai online learning provider ?

Perubahan proses pembelajaran menjadi online learning, sebagai ganti tatap muka konvensional, menjadi keniscayaan dan lebih mudah dengan perkembangan teknologi digital. Online learning menjadikan pendidikan bermutu menjadi lebih terjangkau, secara geografis maupun pembiayaan. Perangkat gawai dan akses internet sudah cukup untuk mereka yang berkemauan kuat untuk meningkatkan kompetensinya.

Online learning makin menjadi andalan dan populer dengan kondis pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir. Universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lain dipaksa keadaan, menyiapkan diri untuk pembelajaran online. Tenaga pengajar, siswa dan infrastruktur pendukung pembelajaran harus meningkatkan kompetensi dan layanannya berpacu dengan kebutuhan pengajaran yang tidak bisa menunggu.

UNPAR+ (UNPAR Plus) sebagai online learning provider sebenarnya sudah direncananakan lama. Akan tetapi, pendirian lembaga pengelolanya baru pada 12 Desember 2019, yang tidak lama kemudian harus menghadapi kondisi pandemi Covid-19. Karenanya, UNPAR+ (UNPAR Plus) berpacu dengan waktu juga untuk mengembangkan dan memapankan diri sebagai penyedia pembelajaran online. UNPAR+ (UNPAR Plus) diharapkan akan terus berkembang dan berkelanjutan ke depannya.

Apakah yang menjadi kunci pengembangan UNPAR+ (UNPAR Plus)?

1. Fokus kepada Konten Bermutu

Keberhasilan pembelajaran konvensional dan online learning tetaplah bergantung pada satu faktor penting: konten bermutu. Lembaga pendidikan dan tenaga pengajar mestilah dengan seksama menetapkan standar mutu dan efisiensi pelaksanaan pembelajaran. Karenanya, tim pengajar dengan kualifikasi akademik, keahlian dan pengalaman menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan UNPAR+ (UNPAR Plus).

2. Pemahaman Konsumen

Keberhasilan juga ditentukan seberapa pemahaman akan kebutuhan siswa, sebagai konsumen online learning dan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Online learning telah memungkin proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual setiap siswa. Pokok bahasan, pengetahuan atau ketrampilan yang sulit, dapat diulang dipelajari sesuai kemampuan siswa.

3. Kolaborasi

UNPAR+ (UNPAR Plus) sebagai online learning provider harus berkolaborasi dengan berbagai pelaku online learning, baik individual maupun lembaga, dari dalam negeri dan luar negeri. Kolaborasi ini juga memperkuat brand dan ragam layanan online learning kepada calon konsumen UNPAR+.

4. Promosi

Produk dan layanan online learning yang bagus menjadi tidak berguna jika calon konsumen tidak mengetahuinya. Karenanya, promosi khususnya dengan bantuan social media platforms menjadi penting dilakukan secara efektif. Akses online learning melalui e-commerce juga sarana penting dikenali oleh calon konsumen.

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn

1 comment

    […] ini menjajagi peluang kolaborasi untuk menyelenggaran pelatihan non-degree untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia, baik […]

Leave a Reply

Related Posts